Obat Penyakit Kista Secara Alami dan Aman


Kista adalah tumor jinak di yang paling sering ditemui. Bentuknya kistik, berisi cairan kental, dan ada pula yang berbentuk anggur. Kista juga ada yang berisi udara, cairan, nanah, ataupun bahan-bahan lainnya. Kista termasuk tumor jinak yang terbungkus selaput semacam jaringan. Kumpulan sel-sel tumor itu terpisah dengan jaringan normal di sekitarnya dan tidak dapat menyebar ke bagian tubuh lain. Itulah sebabnya tumor jinak relatif mudah diangkat dengan jalan pembedahan, dan tidak membahayakan kesehatan penderitanya.

Berdasarkan tingkat keganasannya, kista terbagi dua, yaitu non-neoplastik dan neoplastik. Kista non-neoplastik sifatnya jinak dan biasanya akan mengempis sendiri setelah 2 hingga 3 bulan. Sementara kista neoplastik umumnya harus dioperasi, namun hal itu pun tergantung pada ukuran dan sifatnya.

Selain pada ovarium kista juga dapat tumbuh di vagina dan di daerah vulva (bagian luar alat kelamin perempuan). Kista yang tumbuh di daerah vagina, antara lain inklusi, duktus gartner, endometriosis, dan adenosis. Sedangkan kista yang tumbuh di daerah vulva, antara lain pada kelenjar bartholini, kelenjar sebasea serta inklusi epidermal. Ref : Kista WikiPedia

Umumnya, adanya kista tidak disadari oleh penderitanya dan menghilang sebelum wanita mengetahui adanya kista tersebut. Meski demikian, beberapa wanita mengeluhkan adanya nyeri didaerah perut atau perut bagian bawah. Rasa nyeri dapat timbul jika kista mengalami ruptur atau pecah, akibat membesarnya kista dan peregangan jaringan disekitarnya, perdarahan di dalam kista, atau karena terpuntirnya kista yang mengganggu pembuluh darah disekitarnya. Kista yang berukuran besar dapat menimbulkan tekanan atau pergeseran organ di sekitarnya.

Berikut adalah beberapa kemungkinan GEJALA KISTA :

  1. Mual, ingin muntah, atau pengerasan payudara mirip seperti pada saat hamil.
  2. Perut terasa penuh, berat, kembung
  3. Tekanan pada dubur dan kandung kemih (sulit buang air kecil)
  4. Terasa nyeri pada saat berhubungan dengan suami
  5. Haid tidak teratur
  6. Nyeri panggul yang menetap atau kambuhan yang dapat menyebar ke punggung bawah dan paha
  7. Nyeri haid hebat dan terus menerus.
  8. Pembesaran di perut. Kadang-kadang, kalau masih kecil, belum teraba. Tapi, semakin besar, akan makin teraba seperti ada benjolan.
  9. Muncul gejala-gejala penekanan akibat pembesaran kista/mioma. Misalnya, ke depan menekan kandung kencing, ke belakang ke rektum. Akibatnya, muncul gangguan buang air besar dan buang air kecil.
  10. Jika kista bertangkai, bisa muncul nyeri perut tiba-tiba, bahkan muntah-muntah akibat tangkai kista yang terpuntir.
  11. Bisa juga membuat luas permukaan endometrium menjadi lebih tebal, sehingga haid jadi lebih banyak. “Ini karena kontraksi rahim berkurang atau terganggu, sehingga perdarahan saat mens lebih banyak.

Kista yang berbentuk tumor dapat dikeluarkan melalui tindakan pembedahan terutama jika menimbulkan nyeri berat, tidak menghilang atau ada kecurigaan keganasan. Setelah dikeluarkan, jaringan kista diperiksa menggunakan mikroskop untuk menentukan jenis kista.

Kista Ovarium :

Ovarium atau indung telur, adalah sepasang organ reproduksi yang terletak diantara pelvis. Masing-masing ovarium berukuran sebesar kacang almond, berada di kedua sisi rahim. Ovarium berfungsi untuk menghasilkan sel telur setiap bulannya. Ia juga bertugas untuk menghasilkan hormon kewanitaan, serta mengatur siklus menstuasi dan kehamilan. Masing-masing ovarium menghasilkan satu telur yang terbungkus dalam folikel. Ketika telur keluar, hormon estrogen akan memberi sinyal kepada rahim. Kemudian lapisan rahim mulai menebal dan mempersiapkan pembuahan telur oleh sperma sehingga terjadi kehamilan. Bila telur tidak dibuahi, maka seluruh isi rahim akan dikeluarkan dalam bentuk menstruasi.

Yang dimaksud dengan kista ovarium adalah kantung kecil berisi cairan yang berkembang dalam ovarium wanita. Kebanyakan kista tidak berbahaya. Namun, beberapa dapat menimbulkan masalah, mulai dari nyeri haid, kista pecah, perdarahan, hingga penyakit serius, seperti: terlilitnya batang ovarium, gangguan
kehamilan, infertilitas hingga kanker endometrium.

Kista dapat terbentuk melalui bermacam-macam proses dan menghasilkan berbagai jenis kista, antara lain:

  1. Kista folikuler.
    Merupakan jenis kista yang paling sering terjadi. Kista ini terbentuk karena sel telur tidak dilepaskan pada saat ovulasi (proses pelepasan sel telur dari indung telur ke rahim). Jenis kista ini kadang dapat menimbulkan nyeri, namun kebanyakan tidak menimbulkan gejala dan menghilang dengan sendirinya dalam beberapa bulan.
  2. Kista korpus luteum.
    Merupakan kista yang terbentuk setelah sel telur dilepaskan dari ovarium. Daerah ovarium yang menghasilkan sel telur kemudian akan berubah menjadi jaringan bernama korpus luteum yang akan menghilang jika tidak terjadi kehamilan. Namun pada kasus tertentu, ia dapat terisi dengan cairan atau darah yang menetap di dalam ovarium tanpa menimbulkan gejala.
  3. Kista dermoid.
    Merupakan kista yang berisi jaringan tubuh, seperti lemak, tulang, gigi, rambut, dll. Kista ini dianggap sebagai tumor jinak yang bisanya mengenai wanita muda.
  4. Kista cokelat atau endometrioma.
    Merupakan kista yang terbentuk karena adanya jaringan dalam rahim yang terdapat di dalam ovarium. AKibatnya, saat siklus menstruasi ia akan luruh dan mengeluarkan darah, namun terjebak di dalam ovarium. Ini dapat menyebabkan nyeri dan gangguan kesuburan pada wanita.
  5. Cystadenoma.
    Merupakan tumor jinak yang berkembang dari jaringan ovarium berisi cairan berlendir. Kista jenis ini dapat membesar dengan berdiameter mencapai lebih dari 12 inchi.

Kista ada yang dapat dicegah dan ada pula yang tidak. Kista yang berasal dari sisa-sisa sel embrional jelas tidak dapat dicegah karena sudah ada sejak lahir. Namun, kemunculan kista jenis lain sebenarnya dapat dicegah, termasuk pada orang yang secara keturunan memiliki bakat kista, miom atau adenomiosis. Beberapa caranya adalah dengan menjalani pola hidup sehat, seperti atur pola makan yang baik dan berolahraga secara teratur.

  1. Makan lebih banyak sayur dan buah. Sayur dan buah mengandung banyak vitamin dan mineral yang dibutuhkan tubuh di masa pemulihan setelah masa pengobatan berlangsung. Terutama untuk meningkatkan stamina tubuh dan menetralisis dampak bahan kimia yang masuk kedalam tubuh selama masa pengobatan
  2. Mengatur konsumsi daging. Atur porsi asupan daging Anda. Bukan berarti membatasi asupan daging; melainkan mengkonsumsinya lebih sering dalam porsi kecil. Hal lain yang penting untuk diperhatikan adalah, makanlah menu daging secara perlahan-lahan. Aktivitas ini penting untuk menghindari proses pencernaan daging dalam jumlah banyak secara cepat. Kondisi tersebut cenderung memicu produksi hormone yang justru menghambat proses pemulihan.
  3. Konsumsi makanan berkadar glukosa rendah (GI). GI atau glycemic index, adalah takaran yang menunjukkan tinggi atau rendahnya kadar glukosa di dalam makanan. Saat menjalani proses pengobatan kista, Anda sangat disarankan mengonsumsi makanan berkadar glukosa rendah, seperti; biji-bijian, dan kacang-kacangan.
  4. Perbanyak minum air putih. Selain jenis makanan tersebut diatas, konsumsilah air putih secara rutin. Minimalkan atau bakan hindari minuman berkafein dan beralkohol serta batasi konsumsi makanan berkadar gula tinggi.
  5. Tidur secara teratur. Tidak disangsikan lagi bahwa tidur secara teratur dan cukup memberi dampak kesehatan yang memadai, sebab semua jenis saraf, kelancaran aliran darah dan pertumbuhan sel serta hormone tubuh terkait dengan faktor bekerja dan istirahatnya organ tubuh.

Berikut ini adalah 10 jenis makanan yang bisa di konsumsi untuk pencegahan penyakit kista yang di nukilkan dari laman merdeka.com/sehat/10-makanan-yang-ampuh-lawan-kista-ovarium.html :

1. Salmon. Ikan jenis ini kaya akan asam lemak omega-3 dan rendah indeks glikemik. Salmon tidak hanya baik untuk jantung, tetapi juga dapat meningkatkan kadar hormon androgen pada wanita dengan PCOS.

2. Selada. Sayuran hijau ini sangat sehat dan bergizi. Resistensi insulin adalah salah satu penyebab umum dari PCOS dan selada adalah obatnya. Oleh sebab itu, jangan malas untuk mengonsumsi selada setiap hari.

3. Kayu manis. Selain memerangi PCOS, rempah-rempah aromatik ini juga dapat menurunkan tingkat insulin dalam tubuh dan mengobati obesitas.

4. Brokoli hijau. Brokoli hijau kaya akan vitamin dan rendah kalori serta indeks glikemik. Selain memiliki sifat anti-kanker, brokoli juga sehat untuk dikonsumsi selama diet.

5. Tomat. Tomat rendah indeks glisemik dan kaya likopen. Tomat adalah makanan anti-penuaan dan penurun berat badan yang bisa menangkal PCOS.

6. Telur. Telur dianggap sebagai makanan super untuk wanita. Makan telur rebus tanpa kuning telur - kuning telur mengandung kolesterol tinggi yang berbahaya bagi jantung - dapat menangkal PCOS.

7. Susu. Kalsium dibutuhkan oleh wanita yang menderita PCOS. Susu membantu dalam pematangan sel telur, pembangunan folikel di ovarium dan memperkuat tulang. Minum setidaknya 2 gelas susu skim untuk tetap fit dan sehat setiap hari.

8. Yogurt. Yogurt adalah produk susu yang tidak hanya kaya kalsium, tetapi juga dapat melindungi para wanita dari infeksi seperti ISK.

9. Bayam. Bayam sangat rendah kalori dan bergizi. Wanita dengan PCOS harus mengonsumsi makanan berkalori rendah untuk menginduksi ovulasi dan menghindari infertilitas karena obesitas.

10. Kacang-kacangan. Almond dan hazelnut sangat baik untuk jantung. Jenis kacang-kacangan ini juga dapat mengontrol resistensi insulin.

Tertarik dengan obat herbal kista? Silahkan klik link : Obat Kista Alami


Sebelum memanfaatkan artikel ini silahkan baca terlebih dahulu : Disclaimer Artikel HPA-network