Artikel Lain   Icon Next  Khasiat Sambiloto Pada Andrographis

Aplikasi produk HPAI

Sambiloto atau Andrographis panculta termasuk tanaman herba musiman. Tinggi tanaman sambiloto 50 cm. Batang berkayu, warna hijau. Daun tunggal, bulat telur, bersilang berhadapan, pangkal dan ujung runcing, tepi rata, warna hijau tua. Bunga majemuk, bentuk tandan, di ketiak daun dan ujung batang, warna ungu.Buah kotak,bulat panjang, ujung runcing, tengah beralur, buah muda berwarna hijau setelah tua berwarna hitam.

Rasa Pahit Ini Yang Dibutuhkan Untuk Melawan Virus

Seluruh bagian tanaman Sambiloto terutama daun atau herba ( seluruh bagian tanaman yang tumbuh diatas tanah) bisa dimanfaatkan, khususnya daun mengandung zat andrographolid. Zat inilah yang menyebabkan atau menimbulkan rasa pahit pada daun sambiloto. Fungsi dari zat andrographolid adalah merusak inti sel tumor dan meningkatkan daya tahan tubuh.

Zat aktif utama yang terdapat pada Andrographis adalah andrographolide. Zat ini paling banyak terdapat pada daun (2,39%) sedangkan biji adalah bagian yang memiliki kandungan zat andrographolide yang paling rendah. Andrographolide memiliki rasa yang sangat pahit. Menurut struktur kimianya dikenal sebagai diterpene lactone.

Zat aktif lainnya yang dimiliki Andrographis yang bersifat pahit dan termasuk golongan diterpenoid adalah deoxyandrographolide,19 ß-D-glukodide dan neoandrographolide. Selain itu terdapat zat aktif yang tidak bersifat pahit yaitu 14 deoxy-11,12-dehydroandrographolide (andrographolide D), homoandrographolide, andrographan, andrographon, andrographosterin dan stigmasterol.

Tanaman ini banyak dimanfaatkan sebagai anti kanker dan mengobati diabetes mellitus, tekanan darah tinggi (hipertensi), dan tumor paru. Sambiloto mempunyai sifat mematikan dan membunuh sel kanker, merusak inti sel tumor, dan meningkatkan daya tahan tubuh.

Bagi pengobatan luar atau eksternal dapat dilakukan dengan cara melumat bagian tanaman kemudian ditempelkan ke bagian yang sakit atau luka. Penyakit tersebut antara lain memar, digigit serangga, kudis, eksim dll.

Khasiat Sambiloto / Manfaat Sambiloto

ANTI KANKER

Ketika sel berkembang secara normal, pada setiap tahap perkembangan sel-sel tersebut akan mengalami proses spesialisasi. Contoh: sel-sel yang bertugas membuat insulin akan membangun perlengkapan khusus di dalam sel untuk melaksanakan tugas tersebut. Ketika kanker mengganggu proses tersebut, sel tidak dapat mengalami kematangan dan lebih menyerupai badan sel yang tidak matang. Kanker berkembang dan menyebar lebih cepat.

Jika sel yang terserang kanker dapat dibuat matang (terdifferensiasi) maka tidak akan terjadi pertumbuhan yang diluar kendali. Para peneliti kemudian mencari senyawa yang mampu membuat sel-sel kanker menjadi matang. Pada percobaan yang menggunakan hewan uji tikus, peneliti mencari senyawa-senyawa dari alam yang dapat membuat sel-sel leukemia terdifferensiasi.

Andrographis paniculata (Sambiloto) mempunyai kandungan senyawa yang berpotensi menyebabkan terjadinya proses differensiasi sel-sel kanker, yaitu senyawa terpene. Selain itu ekstrak Sambiloto juga bertugas sebagai cytotoxic yang melawan sel-sel kanker. Kemampuan ini ditunjukkan saat melawan sel-sel kanker nasopharynx (sel kanker squamosa) dan setelah mampu melawan sel-sel limfosit yang terserang leukemia.

Penelitian di Jepang melaporkan bahwa Sambiloto dapat menghentikan perkembangbiakan sel-sel kanker lambung. Setelah 3 hari, hanya kurang dari 8 buah sel kanker yang tumbuh dengan dengan kehadiran Sambiloto.

Penelitian lain menguji Sambiloto pada sel-sel sarcoma. Sambiloto ditemukan menghambat pertumbuhan tumor. Ekstrak Sambiloto lebih tidak berbahaya dibandingkan racun dari zat-zat kimia untuk kemotherapi melawan kanker.

Ekstrak Sambiloto dinyatakan lebih aman dan efektif menahan pertumbuhan kanker prostat dan payudara. Berdasarkan hasil-hasil penelitian, penggunaan Sambiloto terhadap pertumbuhan sel-sel kanker payudara di laboratorium, dipercaya bahwa kemungkinan Sambiloto dapat menghambat sintesis DNA sel-sel kanker.

ANTI VIRUS DAN KEKEBALAN TERHADAP HIV

Mekanisme ekstrak Sambiloto dalam mendukung kekebalan tubuh terhadap serangan virus HIV adalah dengan adanya kemampuan seyawa yang terkandung didalam ekstrak Sambiloto yaitu andrographolida untuk mencegah transmisi virus ke sel yang lain serta dapat menghentikan perkembangan penyakit dengan menghambat enzim-enzim yang berperan dalam transfer fosfat pada sel-sel virus.

Molekul fosfat adalah penyimpan energi didalam sel yang secara kimiawi diubah untuk menghasilkan energi. Energi ini digunakan untuk pengaturan siklus sel dan berbagai kegiatan di dalam sel selama proses perkembangbiakan sel.

Sambiloto kemudian dapat mengganggu enzim yang dihasilkan selama perkembangbiakan virus dan sekaligus mendukung fungsi kekebalan yang normal. Beberapa peneliti percaya bahwa ekstrak Sambiloto dapat digunakan untuk memberantas virus lain seperti virus Ebola, herpes, hepatitis dan influenza. Sel-sel leukemia khususnya telah terlihat sangat sensitive terhadap efek andrographolida.

MENCEGAH MASUK ANGIN, DEMAM DAN ANTIINFLAMASI

Penelitian penggunaan ekstrak Sambiloto untuk mencegah masuk angin telah dilakukan dengan memberikan Kan Jang yang mengandung ekstrak Sambiloto pada sekelompok siswa. Hasilnya, kelompok yang diberi perlakuan Kan Jang selama 3 bulan lebih sedikit yang terkena serangan flu (30 %) dibandingkan kelompok yang tidak menerima perlakuan Sambiloto (62%).

Hal ini menunjukkan bahwa kehadiran Andrographolida mempunyai efek imunostimulan. Selain itu diadakan pula penelitian untuk pengobatan flu menggunakan Kan Jang. Setelah pemberian Kan Jang selama 4 hari, gejala flu seperti kelelahan, menggigil, nyeri sendi dan sakit tenggorokan dapat berkurang secara nyata.

Sambiloto juga digunakan untuk pengobatan demam, penyakit saluran pencernaan serta untuk pereda sakit. Penelitian dengan hewan percobaan tikus di China menunjukkan bahwa andrographolida, neoandrographolida dan dehydroandrographolida dapat menurunkan demam yang disebabkan oleh berbagai macam penyebab demam, seperti: endotoksin bakteri, pneumococcus, hemolytic, streptococcus, typhoid, paratyphoid dan 2,4-dinitrophenol.

Aktivitas analgesic dari Andrographolida yang diekstrak dari Sambiloto lebih lemah dibandingkan dengan aspirin, sedangkan aktifitas antipiretiknya sebanding dengan aspirin. Ekstrak Sambiloto juga memiliki aktivitas antiulcerogenik yang dapat mengurangi perkembangan luka sampai 31 % sedangkan obat luka cimetidine dapat melakukan aktivitas ini hingga 85,43%, tetapi Andrographolida dapat tidak meningkatkan keasaman pada lambung yang biasanya merupakan efek samping dari obat untuk terapi luka. Peneliti menetapkan bahwa pemakaian ekstrak Sambiloto sebagai pengganti aspirin lebih aman dan tidak beracun.

ANTI BAKTERI, ANTI MALARIA DAN ANTI CACING

Ekstrak Sambiloto berisi 4 senyawa aktif yang mempunyai aktivitas antimalaria melawan Plasmodium berghei, salah satu parasit pembawa malaria. Ekstrak Sambiloto menghasilkan penghambat perkembangan parasit.

Senyawa aktif yang dikandung oleh Sambiloto yaitu neoandrographolida dan deoxiandrographolida jika digunakan bersama diketahui lebih efektif dibanding jika menggunakan keempat senyawa yang dikandung oleh Sambiloto.

Ekstrak Sambiloto juga efektif untuk membunuh filaria (cacing yang mikroskopis) yang menyebabkan sakit gajah, tanpa menimbulkan racun. Penelitian baru dilakukan dengan hewan uji yaitu pada anjing tapi peneliti percaya bahwa ekstrak Sambiloto aman untuk manusia.

Ekstrak Sambiloto mempunyai aktivitas antidiare, yaitu menghambat respon usus terhadap enterotoksin dari bakteri Escherichia coli penyebab gejala diare pada percobaan dengan ileum.

Andrographolida dan Neoandrographolida memiliki potensi kuat menghambat pengeluaran enterotoksin E. coli penyebab diare in vivo. Andrographolida sama efektifnya dengan loperamid dalam melawan enterotoksin termolabil dan lebih efektif daripada loperamid jika diuji melawan enterotoksin termostabil. Sedangkan Neoandrographolida sama efektif dengan loperamid terhadap enterotoksin termolabil dan sedikit kurang efektif dibanding loperamid dalam melawan enterotoksin termostabil.

MELINDUNGI LIVER DAN KANDUNG EMPEDU

Dalam sistem pengobatan di India disebutkan bahwa terdapat 26 macam formulasi yang didalamnya menggunakan Sambiloto untuk mengobati penyakit Liver. Senyawa-senyawa yang terkandung dalam Sambiloto telah diuji efek perlindungannya melawan racun pada Liver.

Hal ini telah diuji pada tikus yang telah diberi Karbontetrachloride, alcohol dan bahan-bahan kimia beracun yang lain. Bahan kimia ini merusak liver dengan menimbulkan peristiwa lipidperoksidasi. Ini adalah proses pelepasan radikal bebas (molekul reaktif) yang dihasilkan dengan reaksi kimia dan merusak membran sel yang berada disekeliling sel-sel liver.

Ketika senyawa Sambiloto diberikan pada hewan uji 3 hari sebelum terkena racun kimia, terdapat perlindungan yang nyata terhadap liver. Efek ini menunjukkan kemampuan senyawa kandungan Sambiloto sebagai antioksidan.

Selain itu efek hepatoprotektif andrographolida ditunjukkan dengan adanya hambatan kerja racun dari karbontetraklorida, paracetamol dan galaktosamin, senyawa yang dapat menginduksi toksisitas pada kultur hati tikus. Pemberian Sambiloto pada penderita infeksi Hepatitis dilaporkan mengurangi gejala penyakit.

Infeksi hepatitis adalah kondisi liver yang mengalami peradangan akut. Hal ini sering diikuti penyakit sirosis hati dan berkembang menyebabkan koma atau kematian. Di India, Sambiloto digunakan untuk mengobati penyakit-penyakit ringan pada liver yang mendorong untuk menguji efek Sambiloto terhadap infeksi hepatitis, yaitu memperbaiki nafsu makan dalam 15 hari pengobatan, jaundice(warna kuning pada mata dan kulit) secara bertahap berkurang dan tidak tampak sama sekali dalam waktu 24 hari, demam turun setelah kira-kira 7 hari. Sehingga peneliti-peneliti menyimpulkan bahwa Sambiloto dapat digunakan untuk pengobatan infeksi hepatitis.

Pada penelitian yang lain menunjukkan bahwa Andrographolida dari Sambiloto dapat menghasilkan pertambahan yang nyata dalam aliran cairan empedu. Cairan empedu dihasilkan di liver kemudian disimpan pada kandung empedu dan membantu pencernaan. Ketika bahan kimia seperti parasetamol diberikan kepada hewan uji yang sebelumnya telah diberi Andrographolida, berkurangnya produksi cairan empedu yang biasa terjadi karena adanya bahan kimia tersebut dapat dicegah.

ANTI HIPERGLIKEMIA

Efek hipoglikemia diujicobakan dengan hewan uji kelinci dan terbukti dapat mencegah terjadinya hiperglikemia yang diinduksi oleh glukosa yang mungkin disebabkan karena ekstrak Sambiloto dapat mencegah absorbsi glukosa dari usus.

EFEK SAMBILOTO DALAM PEMAKAIAN JANGKA PANJANG

Penggunaan dosis tinggi menyebabkan perut mual, muntah bahkan sampai kehilangan selera makan, karena rebusan Sambiloto memiliki rasa yang sangat pahit.

Sambiloto yang dapat digunakan untuk pengobatan penyakit yang ringan seperti diare, demam dan penyakit pada alat pencernaan, dianjurkan hanya digunakan dalam jangka waktu yang pendek. Hal ini karena Sambiloto mengandung senyawa untuk kontrasepsi secara alami.

Penelitian dilakukan di India dengan hewan uji tikus jantan, Sambiloto dalam bentuk serbuk daun kering dengan dosis 105 mg serbuk/kg berat badan diberikan sambiloto hari selama 60 hari. Hasilnya ternyata dapat menghentikan spermatogenesis (perkembangan dan pematangan sel-sel sperma).

Disamping itu dilakukan pula penelitian pada tikus betina, yaitu dengan pemberian serbuk Sambiloto yang dikeringkan dengan panas matahari dengan dosis 2 gr/kg berat badan setiap hari selama 6 minggu. Dilaporkan bahwa Sambiloto juga mempunyai efek antifertilitas pada tikus betina. Hal ini ditunjukkan dengan tidak adanya hewan percobaan yang hamil setelah dilakukan 5x perkawinan dengan hewan jantan yang subur dan tidak diberi Sambiloto. Berdasarkan penelitian tersebut disimpulkan bahwa Sambiloto dapat mencegah ovulasi. Di Bangladesh, Sambiloto sering digunakan sebagai anti fertilitas.

Dalam uji yang dilakukan pada jaringan plasenta pada manusia menunjukkan bahwa Andrographolida Sodium Succinate yang diperoleh dari Sambiloto efektif dalam menghambat produksi progesterone manusia. Hormon ini dibutuhkan untuk keberhasilan kehamilan. Sambiloto digunakan untuk jaringan tertentu, artinya hanya berpengaruh pada jaringan yang dimaksud tanpa menimbulkan pengaruh yang mengganggu atau merusak pada jaringan lain yang normal meskipun pada dosis uji yang paling tinggi.

Para peneliti menyimpulkan bahwa senyawa turunan dari andrographolida yang lain dapat pula menjadi bahan kontrasepsi. Studi yang lain pada tikus betina yang menggunakan dehydroandrographolida, menunjukkan bahwa dosis yang dapat mempengaruhi kehamilan adalah 250 mg/kg berat badan. Dapat disimpulkan bahwa senyawa-senyawa aktif yang terkandung dalam Sambiloto dapat menyebabkan infertilitas adalah kelompok dari senyawa andrographolida.

Andrographis Centella

Produk Terkait :

Andrographis Centella
Isi Kemasan : 75 kapsul @ 250mg
Harga Konsumen : 85.000
Berat : 75 gram
Dilihat : 107.388 views

Digunakan untuk melindungi hati, meningkatkan system kekebalan tubuh, menurunkan panas, menghilangkan rasa nyeri, mengobati radang, bengkak dan antibiotik alami

Tertarik membeli Andrographis Centella? Silahkan klik disini...

Disclaimer :

Informasi kesehatan pada halaman ini hanya untuk keperluan informasi semata. Tidak ditujukan sebagai saran pengganti dokter atau terapist Anda. HPA Network tidak bertanggung jawab atas segala efek penggunaan artikel yang di sajikan. Untuk memastikan kebenaran artikel ini silahkan konsultasikan kembali ke dokter atau terapist keluarga Anda.

Article #82 Posted : 28-11-2012 | Review: 12.708 kali

Gabung member HNI HPAI

Mohon maaf, Anda tidak diperkenankan copy paste halaman ini, baik sebagian atau keseluruhan tanpa mencantumkan link sumber artikel https://www.hpa-network.com/page/article/khasiat-sambiloto-pada-andrographis-centella